Kamis, Oktober 28, 2010

SWOT (strenght,weakness,opportunity,treath)

SWOT adalah singkatan dari Strenghts (kekuatan), Weakness 
(kelemahan), Oppurtunities (peluang), Threats(ancaman). Analisa SWOT adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi
isu-isu internal dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan kita.

Kekuatan dan Kelemahan
Untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, kita harus mencermati isu-isu dalam organisasi maka akan menjadi sebuah kekuatan.Namun jika kita memandang sebagai pemborosan sumber daya bisa di katakan
tersebut menjadi kelemahan.
 
Peluang dan Ancaman
Langkah selanjutnya adalah menganalisa semua faktor di luar organisasi yang mungkin mempengaruhi.
Analisa eksternal ini akan membantu kita mengidentifikasi peluang dan ancaman yang terkait, segera setelah menentukan ancaman-ancaman tersebut, kita bisa menaksir ulang situasi dan menganalisa bagaimana cara mengubah ancaman itu menjadi peluang. kita bisa menaksir ulang situasi dan menganalisa bagaimana cara mengubah ancaman itu menjadi peluang.

Sebagai contoh 
jika kita sedang menangani sebuah festval untuk anak-anak, faktor-faktor eksternal berikut ini mungkin mempengaruhi event kita :
- Cuaca
- Ada acara yang lebih besar berlangsung pada hari yang sama
- Minimnya kehadiran pada event tahun lalu
- Sediktnya jumlah anak dalam kelompok usia yang relevan di database kita, dan lain-lain
Penting sekali memustkan perhatian pada masing-masing ancaman atas sebuah event saat kita menjalankan perencanaan, untuk memastikan keberhasilan event tersebut. Pengategorisasian suatu ancaman akan menentukan cara kita merespon ancaman untuk meminimalkan efeknya.
1. Monitor
Ancaman yang kita putuskan untuk “sekedar dimonitor” adalah jenis ancaman yang tidak atau sedikit dapat di kontrol, tetapi tidak berdampak besar pada event. Kita hanya ingin tahu apa yang akan terjadi
2. Monitor dan Analisa
Ancaman yang kita putuskan untuk “di monitor dan di analisa” merupakan ancaman yang bisa sedikit dikontrol, tetapi kita perlu memastikan bagaimana ancaman tersebut dapat mempengaruhi event kita.
3. Strategi-strategi Kontingensi
Ancaman yang kita putuskan untuk “di respon dengan suatu startegi kontingensi”, adalah semua ancaman yang dapat kita kurangi pengaruhnya dengan perencanaan. Sebagai contoh jika cuaca buruk adalah ancaman bagi event di luar ruangan, kita bisa menetapkan bagaimana kita akan menanganinya, menunda event, pindah ke indoor, pawang hujan atau sedikit merubah konsep.
4. Analisa in-depth dan Strategi Pengembangan
Ancaman yang kita putuskan untuk “di respon dangan analisa in-depth dan strategi pengembangan” adalah semua ancaman yang memiliki kemungkinan paling besar untuk mempengaruhi event kita. faktor-faktor teknologi, pesaing dan legislatif adalah contoh-contoh ancaman yang mungkin memerlukan analisa dan strategi pengembangan lebih detil lagi
Setelah semua telah kita analisa dengan baik, barulah kita dapat menentukan langkah selanjutnya untuk menjalankan event yang telah direncanakan, dan alangkah baiknya apabila kita juga dapat melakukan analisa pesaing dan strategi pemasaran terhadap event tersebut.


Sumber : http://www.12-monkeys.com/



Selasa, Oktober 26, 2010

Tangung Jawab Sosial Manajer/ Perusahan

Tangung jawab sosial
                Dalam hubungan bisnis dan pemangku kepentingan ( stakehoder) pada tahap awal di akui bahwa tanggung jawab sosial adalah fungsi pemerintah, bukan tanggung jawab bisnis ataupun perusahan. Pendapat ini tentunya terjadi pada awal dekade dimana hasil alam masih berlimpah, persaingan indusyri tidak ketat, dan tuntutan pemangku kepentingan terhadap perusahan yang belum tinggi.
                Dalam perkembanmgan bisnis baru, diakui bahwa tanggung jawab sosial perusahan yang di kenal sebagai community social responsibility (CRS) adalah fungsi perusahan. Adapun  desakan yang bersumber dari banyak hal baik dari tekanan global maupun regional. Bilamana dikaitkan fungsi maka dilakukan dengan cara sukarela (voluntary) bukan karena adanya paksaan dari luar, utamanya dari pemerintah. Lebih dari itu, yang membedakan terminologi CSR sifatnya datang dari perusahan. Banyak konsep CSR yang di publikasikan bahwa CSR didefinisikan sebagai komitmen dunia usaha untuk terus – menerus bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontibusi untuk peningkatan ekonomi, bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup komunitas lokal dan masyarakat secara lebih luas.
                Dalam batasan demikian, maka CSR sesungguhnya merupakan konsep dan program yang dilakukan dengan cara sukarela, karena perusahaan menganggap penting sehingga harus diformulasikan sedemikian rupa. Selanjutnya, didalam konsep CSR terdapat berbagai aspek seperti nila, kultur, kompetensi, sejarah perusahaan bahykan etika yang dijadikan dasar bertindak untuk seluruh pihak perusahaa.
Suatu yang terkait dengan CSR senatiasa mengalami perubahan sesuai dengan dinamika dan kesadaran tentang kebutuhan bersama. Isu yang terkait yang utamanya adalah Good Corprate Governance, sustainable development, sampai kedaya saing. Bilamana isu ini disimak lebih dalam, maka di temukan bahwa penerapan CSR saling menopang dengan dimensi-dimensi tersebut, selanjutnya bila dikaitkan dengan konsep daya saing maka sisis pelaksanaan CSR adalah dalam rangka membangun daya saing baik di tingkat regional maupun global.
                Suatu hal yang berhubungan dengan tanggung jawab sosial adalah prinsip sederhana yang mendasari perkembangan yang adanya satu pengakuan prinsip mutualisme, dimana antara perusahaan dan masyarakat harus hidup dengan berdampingan dan saling memberikan manfaat bersama, hal inin kemudian di akui oleh bisnis bahwa hanya dengan masyarakat yang dikenal juga dengan sebutan stakeholder yang kuat maka bisnis dapat berkembang dengan baik. Tanggung jawab sosial ini sudah menjadi bagian dari pada orientasi bisnis, prinsip ketergantungan dan manfaat bersama ternyata menjadi landasan utama dalam penyelenggaraan atau implementasi program tanggung jawab sosial. Terminologi tanggunga jawab sosial sendiri dikaitkan dengan banyak istilah.

Adapun istilah yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial :
a)      Corporate social responsibilty (CSR)
b)      Corporate social perfomance (CSP)
c)       Alternative CSR3c
d)      Corporate resposibility
e)      Stakeholder apporocah
f)       Business ethics and values, including nature based values
g)      Boundary spanning functions including
h)      Corporate community involvement CCI, dan
i)        Corporate citizenship CC
Subtansi dari pada istilah ini dari masa ke masa mengalami perubahan, Pada tahun 60an, tanggung jawab sosial lebih di kenal charity perusahaan kepada lingkungan yang mengambil berbagai bentuk,berbeda antara satu perusahaan dengan yang lain. Tentunya model charity seperti susah untuk dievaluasi manfaat dan dampaknya.
        Untuk negara kita sendiri, masalah tanggung jawab sosial bisnis menjadi isu yang belum terselesaikan dengan baik. Menurut UU No 40 tahun 2007, tentang perseroan terbatas telah dinyatakan bahwa tanggung jawab sosial adalah bagian dari pada tugas tugas perseroa, oleh karena itu perseroan harus menyediakan dana, artinya komponen biaya tanggung jawab sosial bukan lagi di dasarkan kepada skema kalau perusahaan punya dana, akan tetapi di awal perusahaan telah di haruskan mencantumkan dana tanggung jawab sosial. Konsep menjustifikasi anggaran di tingkat manajemen puncak yang belum tentu mendapat pengesahan. Lebih dari itu, perseroan dihruskan menyampaikan laporan. Selain aturan ini masih ada program lain bersifat insentif dan fasilitatif, yaitu PROPER (Program penilaian peringkat kinerja perusahaan) yang dimaksudkan untuk medorong perusahaan beserta peningkatan prestasi mereka dalam program lingkungan melalui instrumen insentif disentsentif reputasi dengan melibatkan masyarakat sekaligus sebagai wujud dari pelaksanaan UU pengelolah lingkungan hidup No 23/1997 pasal 5 ayat2 tentang hak masyarakat atas informasilingkungan hidup yang berkaitan dengan peran dalam pengelolahan lingkungan hidup. Dari hasil penelusuran diketahui bahwa banyak yang mengacu kepada CAROL (1979) yang mengidentifikasi bahwa tanggung jawab sosial perusahaan adalah :
1.       Ekonomi. Misalnya berkaitan dengan menyediakan ROI kepada pemengang saham, menciptakan pekerjaan dan pengupahan yang adil, menemukan sumber daya baru, mempromosikan penggunaan teknologi lanjutan, invasi, dan dan meciptakan barang dan jasa yang baru.
2.       Legal. Yang berkaitan dengan peran perusahaan sesuai dengan peraturan dan prosedur. Dalam kaitan ini masyarakat mengharapkan agar dapat memenuhi visi dan misi yang diusungnya.
3.       Etika. Diharapkan agar pelaku bisnis mempunyai moral, etika kerja dimana perusahaan bebeda, etika tidak harus sesuai dengan apa yang diatur dalam aturan formal, akan tetapi dapat memnuhi harapan masyarakat terhadap perusahaan, misalnya menghargai masyarakat dan mencegah adanya bencana bagi masyarakat.
4.       Diskresionary. Yang berkaitan dengan penilaian, pilihan perusahaan dalam hal kegiatan yang diharapkan kembali kepada masyarakat.


Contoh pada
PT. Telkom

Salah satu wujud tanggung jawab sosial dan lingkungan atau program Corporate Social Responsibility (CSR)  yang dilakukan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) salah satunya dengan meluncurkan sebuah aplikasi dan portal yang diberi tajuk i-Chat untuk membantu para guru Sekolah Luar Biasa (SLB/B) tuna rungu dan orang tua, dalam proses pembelajaran bahasa bagi anak berkebutuhan khusus dalam hal pendengaran. Aplikasi i-Chat (I Can Hear and Talk) diluncurkan di Menara RDC Telkom di Bandung oleh Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, yang disaksikan Senior General Manager Research and Development Center (RDC) Telkom Mustapa Wangsaatmadja.
"Tujuan diluncurkannya aplikasi dan portal i-Chat adalah sebagai penyedia media bagi komunitas tuna rungu di Indonesia," kata Rinaldi. Rinaldi menjelaskan, dengan aplikasi tersebut mereka yang berkebutuhan khusus dalam hal pendengaran dapat berinteraksi, saling berbagi ilmu dan pengetahuan, dan metode pembelajaran bahasa, sehingga mereka mampu berkomunikasi, bersosialisasi, tumbuh dan berkembang sebagaimana layaknya orang normal.



(sumber :http://yanrehsos.depsos.go.id/)

Proses yang menyakitkan dari burung rajawali



T
idak terbayang oleh kita, bahwa salah satu burung yang memilikiusia yang sangat panjang adalah burung rajawali, hingga 70 tahun bahkan melebihi rata-rata hidup manusia indonesi. Namun untuk mencapai usia yang panjang tidak sangatlah mudah. Di usia burung rajawali yang ke 40 tampak tejadi perubahan di dalam dirinya yang secara tidak langsung menurunkan produktifitasnya. Cakarnya yang tadinya mampu menggapai dan mencengkram dengan kuat, kini sudah bengkok akibat terlalu panjan. Paruhnya yang biasanya bias merobek mangsanya agar bisa dinikmati, kini sudah melenkung sehingga sulit untuk makan. Demikian pula bulu-bulu yang ada dipunggungnya, yang sudah mulai menebal dan tidak merata. Semua perubahan ini membuat sang rajawali sulit untuk makan, sulit untuk terbang tinggi bahkan mengalami kesulitan melawan sesamanya rajawali jantan ketika musim kawin tiba. Sepintas, tampak rajawali gagah perkasa, beribawah dan tetap memiliki tatapan yang tajam namun sudah tidak produktif lagi.
Dalam situasi seperti ini, sang rajawali dihadapkan dengan dua pilihan :mati atau bersedia menghadapi perubahan yang menyakitkan atas inisiatif sendir. Pilihan yang sulit, namun harus dipilih, bahkan ketika tidak memilihpun sang rajawali akan tetap akan mati dalam waktu yang tidak telalu lama. Rajawali akhirnya memilih tetap hidup, dengan cara melakukan perubahan yang sangat menyakitkan, tapi itulah pilihan yang harus diputuskannya demi kelangsungan hidupnya. Lalu, burung rajawali terbangt kepuncak gunung terjal dimana dia bersemayang dan akan tinggal disana melakukan tranformasi selama 150 hari (5 bulan). Langkah pertama yang dilakukan adalah memukul-mukul paruhnya yang sudah bengkok tadi ke bebatuan yang ada disana agar terlepas. Proses mematahkan paruhnya ini sangat dramatisdan menyakitkan dan mengeluarkan darah. Menurut sang rajawali, “gara-gara paruh yang bengkok ini saya tidak bisa makan dengan baik”. Setelah paruhnya lepas, rajawalipun menunggu beberapa hari hingga paruh yang barunya muncul dan tumbuh. Setelah paruhnya yang baru tumbuh lengkungan yang baru, maka diapun mencabuti setiap cakar-cakarnya yang sudah bengkok tadi satu demi satu. Proses mencabuti kuku cakar ini membutuhkan waktu yang lebih lama dari mencabuti paruhnya. Sangat menyakitkan, dan setiap jari kuku mengeluarkan darah. Lalu, rajawali menunggu beberapa hari lagi, agar seluru kuku-kuku cakarnya tumbuh dengan sempurna. Setelah kedua organ tubuh tersebut tumbuh, kemudian sang rajawali mencabuti bulu yang ada di saya dan punggungnya. Membuat dia tidak lincah untuk menangkap setiap peluang yang ada.
Banyak orang yang berpikir “hidup ini mengalir saja” hingga semakin tua, semakin tidak produktif karena tidak pernah mengoreksi  dan melakukan tranformasi untuk kehidupan yang lebih baik, banyak orang makin lama semakin tidak produktif, justru semakin menurun karena tidak pernah menganalisa diri dan tergantung dengan orang lain, untuk menutupi kelemahanya, dia tampil dengan wibawa yang arogan dan sangat otoriter.
Ketika mencermati perubahan burung rajawali, dulu mungkin “paruh” (komunikasi) kita masih mudah merubah orang lain, apa yang kita ucapkan mampu menggugah orang lain untuk merubah dan melakukan sesuatu yang lebih baik, ketika melakukan suatu pekerjaan “cengkraman” kiya (cekatan kerja) begitu luar biasa, sehingga dalam waktu singkat pekerjaan dapat terselesaikan. Namun tidak demikian sekarang karena faktor umur.

Jumat, Oktober 22, 2010

Orang Bodoh Cari Jodoh


Dahulu terasa indah
Tak ada yang mau dan menginginkan aku
Karna cuma diriku yang tak laku-laku

Tiada yang salah
Hanya aku manusia bodoh
Yang biarkan semua ini permainkanku
Berulang ulang ulang kali

Pengumuman-pengumuman
Siapa yang mau bantu
Tolong aku kasihani aku
Tolong carikan diriku kekasih hatiku
Siapa yang mau

Mencoba bertahan sekuat hati
Layaknya karang yang
Dihempas sang ombak
Jalani hidup dalam buai belaka
Serahkan cinta tulus di dalam takdir

Hanya kepedihan
Yang s'lalu datang menertawakanku
Engkau belahan jiwa
Tega menari indah di atas tangisanku

Tapi sampai kapankah ku harus
Menanggungnya kutukan cinta ini
Bersemayam dalam kalbu